Kepala Unit Pelaksana Teknik (KUPT) Dinas Pertanian dan Kehutanan Babat, LamonganJawa Timur yakni Mubaidi yang diuduga menggerogoti dana Bansos program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) sekitar Rp 500 juta dari nilai bantuan Rp 1,5 miliar, nampaknya bakal sulit menghindari keterlibatannya dalam kasus ini.

Dari hasil audit pihak Inspektorat yang menemukan ada kerugian sekitar Rp 135 juta sudah bisa menjadi jembatan untuk menjerat Mubaidi.

Sementara penyidik reskrim Unit III Pidkor Polres Lamongan juga sudah mengantongi adanya keganjilan dana yang diduga ‘dimainkan’ Mubaidi yang diambil dari Ketua Kelompok Tani untuk alokasi pembelian sarana produksi padi (saprodi ).

Mubaidi sendiri telah dimintai keterangan penyidik selama dua hari, (Senin – Selasa, red) terkait kasus yang diduga tengah dilakukannya.

“Sudah – sudah dimintai keterangan kemarin, dua hari berturut – turut,”ungkap Paur Subbag Humas, Ipda Raksan kepada Surya, Jumat (26/2/2016).

Untuk menentukan status KUPT, Mubaidi sebagai tersangka, polisi masih harus melakukan pendalaman. Termasuk harus menunggu hasil audit dari BPKP yang rencananya akan segera dimintakan setelah ada rekomendai dari Polda Jatim atas permintaan Polres Lamongan.

”Sejumlah saksi, yakni sekitar 62 saksi sudah diperiksa,”kata Raksan.


Komentar (0)

Berikan Komentar